
Bekasi – Polisi masih memburu pelaku yang diduga menganiaya seekor anjing jenis husky hingga mengalami luka serius di wilayah Kebalen, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Kasus tersebut menjadi perhatian publik setelah video kondisi anjing yang berlumuran darah beredar luas di media sosial.
Dalam rekaman yang viral, anjing berbulu putih, abu-abu, dan hitam itu terlihat mengalami luka terbuka pada bagian kepala. Hewan tersebut tampak lemas akibat pendarahan yang diduga dipicu oleh serangan menggunakan benda tajam.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan penyelidikan kini dilakukan bersama Unit Satwa/K9 Polda Metro Jaya untuk membantu mengungkap pelaku penganiayaan.
Menurutnya, anjing tersebut ditemukan pemiliknya pada Minggu (12/7) malam dalam kondisi terluka parah. Setelah menerima laporan, Unit Reskrim Polsek Babelan langsung melakukan penanganan awal, sementara tim K9 diterjunkan untuk melacak jejak di sekitar lokasi kejadian.
Dalam proses penyelidikan, anjing pelacak bernama Zeus menyisir area perkebunan warga mengikuti jejak darah hingga mengarah ke sebuah bangunan kosong yang tengah direnovasi. Bangunan itu berada sekitar 50 meter dari lokasi tempat anjing ditemukan.
Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara bersama Unit Satwa Polda Metro Jaya pada Selasa (14/7). Meski lokasi dugaan penganiayaan berhasil diidentifikasi, hingga kini identitas pelaku masih belum diketahui dan proses pencarian terus dilakukan.
Sementara itu, anjing husky tersebut telah mendapatkan perawatan medis di klinik hewan. Pada proses penanganan, bulu di bagian kepala dicukur agar dokter hewan dapat membersihkan serta mengobati luka terbuka yang dideritanya.
Berdasarkan informasi yang beredar, hewan peliharaan tersebut diduga mengalami empat luka bacokan hingga kehilangan banyak darah. Saat ini kondisinya masih menjalani perawatan intensif di bawah pengawasan tenaga medis.
Kepolisian juga mengingatkan bahwa setiap tindakan penganiayaan terhadap hewan memiliki konsekuensi hukum sesuai ketentuan yang berlaku. Aparat memastikan penyelidikan akan terus berlanjut hingga pelaku berhasil ditemukan dan diproses sesuai hukum.
