
Jakarta – Menambahkan sedikit kakao ke dalam secangkir kopi bukan hanya bisa memberikan cita rasa yang berbeda. Perpaduan kedua bahan tersebut juga menghadirkan sejumlah senyawa yang banyak diteliti karena potensinya dalam mendukung fungsi otak, suasana hati, energi, hingga kesehatan jantung.
Kopi merupakan salah satu sumber kafein yang dikenal dapat meningkatkan kewaspadaan dan membantu tubuh terasa lebih berenergi. Di sisi lain, kakao memiliki kandungan flavonoid serta teobromin yang juga menarik perhatian dalam berbagai penelitian.
Ketika keduanya dipadukan, kafein dari kopi dan senyawa alami dari kakao dapat memberikan efek yang berbeda pada tubuh.
Dikutip dari Vogue, berikut sejumlah potensi manfaat yang dikaitkan dengan konsumsi kakao bersama kopi.
1. Mendukung Fungsi Otak
Kandungan flavonoid dalam kakao banyak diteliti karena potensinya terhadap kesehatan otak. Senyawa ini memiliki sifat antioksidan dan dikaitkan dengan perlindungan sel saraf dari stres oksidatif.
Sementara itu, kafein dari kopi bekerja dengan merangsang sistem saraf pusat sehingga dapat membantu meningkatkan kewaspadaan dan konsentrasi.
Kombinasi tersebut berpotensi mendukung perhatian dan fungsi kognitif. Meski demikian, respons setiap orang terhadap kafein maupun kakao dapat berbeda.
2. Membantu Menjaga Energi
Efek kafein dari kopi umumnya terasa lebih cepat karena bekerja pada sistem saraf pusat. Kakao sendiri mengandung teobromin, senyawa yang memiliki efek stimulan lebih ringan dan cenderung bertahan lebih lama.
Perpaduan keduanya berpotensi memberikan sensasi energi yang lebih bertahap. Kakao juga mengandung flavonoid yang dalam sejumlah penelitian dikaitkan dengan fungsi kognitif dan kesehatan sistem saraf.
Namun, bukan berarti semakin banyak kopi atau kakao yang dikonsumsi akan semakin besar manfaatnya. Jumlah asupan tetap perlu diperhatikan.
3. Berpotensi Membantu Memperbaiki Mood
Kakao juga dikaitkan dengan berbagai mekanisme yang berhubungan dengan suasana hati. Konsumsinya disebut dapat memengaruhi senyawa seperti endorfin, serotonin, dan dopamin yang berkaitan dengan rasa nyaman dan senang.
Selain itu, hubungan antara kesehatan usus dan otak turut menjadi perhatian dalam penelitian mengenai kakao. Komunikasi dua arah antara saluran pencernaan dan otak dikenal sebagai gut-brain axis.
Beberapa penelitian terhadap cokelat hitam dengan kandungan kakao tinggi menemukan adanya perubahan pada mikrobioma usus yang berkaitan dengan suasana hati. Salah satu penelitian menggunakan cokelat dengan kandungan sekitar 85 persen kakao.
Meski menarik, hasil tersebut belum berarti bahwa kopi campur kakao secara langsung dapat mengatasi masalah suasana hati.
4. Mengandung Antioksidan
Kakao mengandung flavanol yang memiliki sifat antioksidan. Senyawa tersebut membantu melawan stres oksidatif dalam tubuh, suatu kondisi yang berkaitan dengan proses penuaan dan berbagai gangguan kesehatan.
Karena kandungan tersebut, kakao telah banyak diteliti dalam kaitannya dengan kesehatan jantung, metabolisme, sistem saraf, kulit, serta fungsi penglihatan.
Potensi manfaatnya tentu sangat dipengaruhi oleh jenis kakao dan jumlah yang digunakan. Produk cokelat dengan kandungan gula tinggi tidak bisa disamakan dengan kakao murni.
5. Berpotensi Mendukung Kesehatan Jantung
Flavonoid dalam kakao juga dikaitkan dengan kesehatan pembuluh darah dan fungsi kardiovaskular. Sejumlah penelitian menunjukkan senyawa tersebut berpotensi membantu menjaga tekanan darah dan fungsi pembuluh darah.
Kakao juga dikaitkan dengan perubahan pada profil kolesterol, termasuk peningkatan kadar kolesterol HDL atau kolesterol baik dalam beberapa penelitian.
Namun, manfaat tersebut lebih relevan jika menggunakan kakao dengan kandungan tinggi dan rendah tambahan gula. Minuman cokelat yang sarat gula tentunya memiliki profil nutrisi yang berbeda.
Cara Menambahkan Kakao ke Kopi
Bagi yang ingin mencoba perpaduan ini, bubuk kakao tanpa gula dapat dicampurkan langsung setelah kopi selesai diseduh.
Sekitar satu sendok teh kakao pahit dapat ditambahkan ke dalam secangkir kopi. Kakao organik atau raw cacao dapat menjadi pilihan jika tersedia, meski yang terpenting adalah memperhatikan kandungan tambahan seperti gula.
Sebaiknya jangan memasukkan bubuk kakao langsung ke dalam mesin atau filter kopi. Teksturnya yang sangat halus dapat berisiko mengganggu atau menyumbat bagian tersebut.
Biarkan kopi sedikit turun suhunya sebelum mencampurkan kakao. Kayu manis juga dapat ditambahkan jika ingin memberikan aroma dan rasa yang lebih kaya.
Pada akhirnya, kopi dengan tambahan kakao dapat menjadi variasi minuman yang menarik. Namun, manfaat kesehatan tidak hanya ditentukan oleh satu minuman. Pola makan secara keseluruhan, jumlah konsumsi, kualitas bahan, serta gaya hidup tetap menjadi faktor yang lebih penting.
