
Jakarta – Melihat jamur tumbuh di permukaan makanan memang sering membuat orang langsung ingin membuangnya. Namun, ternyata tingkat keamanan makanan berjamur bergantung pada jenis dan tekstur makanan tersebut. Ada beberapa makanan yang masih dapat dikonsumsi setelah bagian berjamurnya dipotong dengan cara yang tepat.
Jamur merupakan organisme yang dapat menyebar melalui spora. Spora jamur sendiri sebenarnya ada di berbagai tempat, termasuk udara, kulit manusia, dan lingkungan sekitar. Ketika kondisi makanan cukup lembap dan hangat, jamur lebih mudah berkembang.
Josephine Wee, Ph.D., asisten profesor ilmu pangan di Penn State University, menjelaskan bahwa kelembapan dan suhu yang lebih tinggi menjadi kondisi yang mendukung pertumbuhan jamur. Karena itu, makanan yang basah dan lunak umumnya lebih berisiko mengalami pertumbuhan jamur hingga ke bagian dalam.
Meski demikian, tidak semua jamur berbahaya. Beberapa jenis jamur memang sengaja digunakan dalam pembuatan makanan seperti keju dan produk daging tertentu. Masalah muncul ketika jamur tumbuh sebagai tanda makanan mulai mengalami pembusukan.
Makanan yang Masih Bisa Dikonsumsi
Menurut panduan USDA, terdapat beberapa jenis makanan yang masih dapat diselamatkan ketika hanya bagian tertentu yang berjamur. Namun, bagian yang terkena jamur harus dipotong dengan benar agar tidak menyentuh area yang terkontaminasi.
1. Keju Keras
Keju dengan tekstur padat seperti Parmesan, Cheddar, Manchego, Asiago, dan Provolone masih dapat dikonsumsi ketika terdapat jamur di permukaannya.
Struktur keju yang keras membuat jamur lebih sulit menembus hingga bagian dalam. Potong bagian yang berjamur dengan jarak yang cukup dan hindari pisau menyentuh area tersebut sebelum digunakan pada bagian makanan yang masih bersih.
2. Sayuran dan Buah Bertekstur Keras
Paprika, kubis, dan wortel termasuk bahan makanan yang masih dapat digunakan apabila hanya terdapat sedikit jamur di permukaannya.
Bagian yang berjamur sebaiknya dipotong setidaknya sekitar 2,5 sentimeter di sekitar dan di bawah area tersebut. Gunakan pisau secara hati-hati agar bagian yang terkena jamur tidak bersentuhan dengan bagian makanan yang masih layak.
3. Daging yang Diawetkan
Beberapa produk daging yang melalui proses pengawetan, seperti salami, juga dapat ditangani ketika terdapat jamur pada permukaan.
Bagian luar yang berjamur dapat dibersihkan atau dipotong sebelum makanan digunakan. Namun, pastikan produk tersebut memang termasuk jenis daging yang proses pembuatannya memungkinkan adanya pertumbuhan jamur tertentu di permukaan.
Makanan yang Sebaiknya Langsung Dibuang
Tidak semua makanan bisa diperlakukan dengan cara yang sama. Pada makanan bertekstur lembut dan memiliki kadar air tinggi, jamur dapat menyebar lebih jauh ke bagian yang tidak terlihat.
Makanan yang sebaiknya dibuang ketika berjamur antara lain:
- Daging olahan seperti sosis dan bacon
- Sisa makanan yang mengandung daging atau ayam
- Pasta dan nasi yang sudah dimasak
- Keju lunak seperti cream cheese
- Yogurt dan sour cream
- Selai
- Buah serta sayuran bertekstur lunak seperti tomat dan mentimun
- Roti dan pastry
- Selai kacang serta kacang-kacangan
Membuang bagian yang terlihat berjamur saja tidak cukup untuk makanan-makanan tersebut karena kontaminasi dapat sudah menyebar di bagian dalam.
Jangan Menghirup Makanan yang Berjamur
Ketika menemukan makanan berjamur, hindari mendekatkan makanan ke hidung untuk mencium baunya. Spora jamur yang terhirup dapat mengganggu saluran pernapasan, terutama pada orang yang sensitif.
Makanan yang memang harus dibuang sebaiknya dimasukkan ke dalam kantong tertutup sebelum ditempatkan di tempat sampah. Setelah itu, bersihkan area penyimpanan seperti kulkas atau meja dapur yang mungkin terkena spora.
Periksa pula makanan lain yang berada di dekat produk berjamur karena spora dapat menyebar dengan mudah, terutama pada buah dan sayuran.
Cara Mencegah Makanan Cepat Berjamur
Pertumbuhan jamur dapat diminimalkan dengan menyimpan makanan secara tepat. USDA merekomendasikan beberapa langkah, seperti menggunakan wadah kedap udara, menyimpan makanan yang mudah rusak pada suhu sekitar 4 derajat Celsius atau lebih rendah, serta segera memasukkan makanan matang ke lemari pendingin dalam waktu sekitar dua jam setelah disajikan.
Sisa makanan juga sebaiknya tidak disimpan terlalu lama. Gunakan atau buang makanan sisa dalam waktu sekitar tiga hingga empat hari.
Jadi, ketika menemukan sedikit jamur pada makanan, jangan langsung mengambil kesimpulan bahwa semua produk tersebut harus dibuang. Tekstur dan jenis makanan menjadi faktor penting dalam menentukan apakah makanan masih dapat diselamatkan atau sebaiknya masuk tempat sampah.
