
Jakarta – Pola makan tidak hanya memengaruhi kesehatan sehari-hari, tetapi juga berpotensi berkaitan dengan usia harapan hidup. Sejumlah penelitian terbaru menunjukkan bahwa beberapa makanan populer memiliki hubungan dengan risiko kematian yang lebih rendah jika dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan seimbang.
Temuan tersebut berasal dari analisis berskala besar yang melibatkan lebih dari tiga juta partisipan melalui puluhan penelitian mengenai pola konsumsi makanan. Hasilnya dipublikasikan dalam jurnal Frontiers in Nutrition.
Dikutip dari Fox News, para peneliti menemukan bahwa konsumsi cokelat, keju, serta produk susu fermentasi seperti yogurt dikaitkan dengan penurunan risiko kematian secara umum maupun akibat penyakit kardiovaskular.
Dalam laporan penelitian disebutkan bahwa orang yang lebih sering mengonsumsi ketiga jenis makanan tersebut cenderung memiliki risiko kematian yang lebih rendah dibanding kelompok yang jarang mengonsumsinya.
Meski begitu, para peneliti mengingatkan bahwa manfaat tersebut tidak berlaku sama pada semua jenis makanan maupun semua penyakit. Hubungan antara konsumsi keju dengan risiko kematian akibat penyakit jantung dan kanker, misalnya, masih menunjukkan hasil yang beragam sehingga memerlukan penelitian lanjutan.
Salah satu alasan yang diduga mendasari manfaat tersebut adalah proses fermentasi. Selama proses ini, bakteri dan ragi menghasilkan berbagai senyawa yang dapat mendukung kesehatan, termasuk membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus, mengurangi peradangan, serta mendukung sistem kekebalan tubuh.
Yogurt dan produk susu fermentasi dikenal mengandung probiotik yang bermanfaat bagi kesehatan saluran pencernaan. Sementara itu, cokelat yang berasal dari biji kakao fermentasi mengandung polifenol, yaitu antioksidan yang berperan menjaga kesehatan pembuluh darah sekaligus membantu mengurangi stres oksidatif.
Meski demikian, tidak semua makanan fermentasi memberikan hasil serupa. Beberapa produk seperti miso maupun jenis roti fermentasi tertentu belum menunjukkan kaitan yang konsisten dengan peningkatan harapan hidup.
Para peneliti juga menegaskan bahwa studi ini bersifat observasional. Artinya, hasil penelitian hanya menunjukkan adanya hubungan, bukan membuktikan bahwa makanan tersebut secara langsung menyebabkan seseorang hidup lebih lama.
Ahli gizi Robin DeCicco turut mengingatkan agar masyarakat tetap cermat saat memilih makanan fermentasi. Menurutnya, produk yang masih mengandung kultur bakteri aktif dan disimpan dalam suhu dingin umumnya menjadi pilihan yang lebih baik.
Ia juga mengingatkan bahwa sebagian produk, seperti yogurt maupun kombucha, bisa mengandung gula tambahan dalam jumlah tinggi. Karena itu, membaca label gizi sebelum membeli tetap penting agar manfaat kesehatannya tidak berkurang.
Ke depan, para peneliti berharap akan ada lebih banyak uji klinis untuk memastikan hubungan antara konsumsi makanan fermentasi dan usia harapan hidup. Selain pola makan, faktor lain seperti aktivitas fisik, kualitas tidur, kebiasaan hidup, dan kondisi kesehatan secara keseluruhan tetap menjadi penentu penting dalam menjaga umur panjang.
