
Jakarta – Sejumlah makanan yang selama ini mendapat label ‘buruk’ ternyata menyimpan berbagai nutrisi penting. Jika dikonsumsi dalam jumlah yang sesuai, telur, kentang, pisang, susu, hingga sereal justru dapat menjadi bagian dari pola makan yang mendukung daya tahan tubuh.
Makanan tertentu kerap dihindari karena dianggap tinggi kolesterol, karbohidrat, gula, atau lemak. Padahal, kandungan nutrisi dalam makanan tersebut tidak selalu memberikan dampak buruk bagi tubuh.
Yang perlu diperhatikan adalah jumlah konsumsi, kualitas bahan, serta cara mengolahnya. Dengan pemilihan yang tepat, makanan yang kerap mendapat stigma negatif tetap dapat memberikan protein, vitamin, mineral, dan serat yang dibutuhkan tubuh.
Dikutip dari Eating Well, berikut beberapa makanan yang ternyata dapat membantu mendukung sistem kekebalan tubuh.
1. Telur
Telur sering dikaitkan dengan kandungan kolesterol dan lemak jenuh. Namun, jika dikonsumsi dalam porsi wajar, telur dapat menjadi sumber nutrisi yang cukup lengkap.
Satu butir telur menyediakan sekitar 6 gram protein. Protein tersebut dibutuhkan tubuh untuk berbagai fungsi, termasuk membantu pembentukan antibodi yang berperan dalam melawan infeksi.
Selain protein, telur juga mengandung selenium, folat, vitamin A, dan vitamin D. Beberapa jenis telur juga menyediakan asam lemak omega-3 yang dapat melengkapi asupan nutrisi harian.
2. Kentang
Karbohidrat sering menjadi salah satu nutrisi yang dikurangi ketika seseorang ingin menerapkan pola makan sehat. Kentang pun kerap ikut mendapat cap sebagai sumber karbohidrat yang kurang baik.
Padahal, kentang memiliki sejumlah kandungan nutrisi yang bermanfaat. Satu kentang berukuran sedang dapat menyumbang sekitar 20 persen kebutuhan vitamin C harian.
Vitamin C berperan penting dalam mendukung fungsi sistem kekebalan tubuh. Kentang juga mengandung pati resisten yang dapat dimanfaatkan oleh bakteri baik di usus.
Kesehatan mikrobioma usus sendiri berkaitan erat dengan fungsi sistem imun sehingga kentang tetap dapat menjadi bagian dari menu bergizi.
3. Susu
Susu sapi juga sering diperdebatkan dalam pola makan sehat. Padahal, minuman ini mengandung sejumlah nutrisi penting yang dapat mendukung kebutuhan tubuh.
Segelas susu menyediakan sekitar 8 gram protein serta mengandung berbagai nutrisi seperti zinc, vitamin A, dan vitamin D.
Susu juga memiliki protein bernama lactoferrin yang diketahui memiliki peran dalam membantu pertahanan tubuh terhadap infeksi.
Untuk mendapatkan manfaat yang lebih optimal, pilih produk susu sesuai kebutuhan nutrisi dan perhatikan kandungan gula tambahan pada produk yang dikonsumsi.
4. Pisang
Bukan hanya jeruk yang dapat menjadi pilihan buah untuk mendukung sistem imun. Pisang juga menyediakan vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh.
Buah ini mengandung vitamin C dan vitamin B6 yang berperan dalam menjaga fungsi kekebalan tubuh. Selain itu, kandungan serat dan pati resisten pada pisang dapat membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan.
Pati resisten dapat berfungsi sebagai prebiotik, yaitu sumber makanan bagi bakteri baik di dalam usus. Kondisi mikrobioma yang sehat turut mendukung fungsi sistem kekebalan tubuh.
Pisang juga praktis dikonsumsi sehingga cocok dijadikan camilan maupun tambahan menu sarapan.
5. Sereal
Sereal sarapan tidak selalu identik dengan makanan tinggi gula. Beberapa produk justru telah diperkaya dengan berbagai vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh.
Sereal fortifikasi tertentu dapat mengandung vitamin A, folat, zinc, dan zat besi yang berperan dalam mendukung fungsi imun.
Namun, tidak semua sereal memiliki komposisi yang sama. Saat membeli, sebaiknya periksa informasi nilai gizi pada kemasan dan pilih produk yang lebih rendah gula tambahan serta memiliki kandungan serat dan protein yang cukup.
Sereal juga dapat dikombinasikan dengan susu, yogurt tanpa pemanis, atau potongan pisang agar kandungan nutrisinya lebih lengkap.
Tak Harus Dihindari Sepenuhnya
Makanan yang mendapat label ‘buruk’ tidak selalu harus dikeluarkan dari menu sehari-hari. Sebagian di antaranya justru menyediakan nutrisi yang dibutuhkan tubuh.
Daripada hanya berfokus pada satu kandungan seperti kolesterol, karbohidrat, atau gula, penting untuk melihat makanan secara keseluruhan. Porsi, frekuensi konsumsi, kualitas bahan, dan cara pengolahan menjadi faktor yang tidak kalah penting dalam menjaga pola makan tetap seimbang.
