
Jakarta – Video makanan seperti mukbang, vlog kuliner, hingga konten ASMR makan sering dianggap dapat menggagalkan diet karena memicu rasa lapar. Namun, penelitian terbaru justru menemukan bahwa melihat makanan secara visual bisa membantu sebagian orang mengendalikan keinginan makan.
Studi yang dilakukan oleh peneliti dari University of Bristol di Inggris dan University at Buffalo di Amerika Serikat menemukan bahwa paparan gambar atau video makanan tidak selalu membuat seseorang makan lebih banyak. Dalam kondisi tertentu, hal tersebut justru dapat menjadi strategi pengendalian diri.
Dikutip dari Fox News, penelitian yang diterbitkan pada Maret dalam jurnal Computers in Human Behavior melibatkan 840 peserta dengan rentang usia 19 hingga 77 tahun.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang yang sedang menjalani diet justru lebih tertarik menonton konten makanan tinggi kalori. Mereka menghabiskan waktu sekitar 30% lebih lama melihat video tersebut dibandingkan orang yang tidak sedang mengatur pola makan.
Meski lebih lama menonton, kelompok yang sedang diet justru mengonsumsi makanan lebih sedikit ketika diberi kesempatan untuk mencicipinya.
Efek Kenyang dari Melihat Makanan
Peneliti utama, Dr. Esther Kang dari University of Bristol, menjelaskan bahwa fenomena tersebut berkaitan dengan konsep “cross-modal satiation”.
Konsep ini menggambarkan kondisi ketika rangsangan dari satu indera, seperti penglihatan, dapat memberikan rasa puas yang mengurangi keinginan untuk mendapatkan pengalaman sebenarnya.
Dengan kata lain, melihat makanan tertentu melalui video dapat memberikan sensasi puas sementara sehingga dorongan untuk langsung mengonsumsi makanan tersebut menjadi lebih rendah.
Mukbang Tidak Selalu Memicu Makan Berlebihan
Selama ini, konten makanan di media sosial seperti mukbang, video ASMR makanan, dan vlog kuliner sering dianggap sebagai pemicu meningkatnya nafsu makan.
Namun, penelitian ini menunjukkan bahwa dampaknya bisa berbeda tergantung kondisi dan tujuan seseorang. Bagi orang yang sedang berusaha mengontrol pola makan, tayangan makanan justru dapat dimanfaatkan sebagai bentuk pengelolaan keinginan makan.
Menurut Kang, paparan singkat terhadap konten makanan dapat membantu sebagian orang mengurangi dorongan makan berlebihan dalam situasi tertentu.
Tidak Berlaku untuk Semua Orang
Meski hasil penelitian cukup menarik, para peneliti menegaskan bahwa temuan ini masih terbatas pada pengamatan jangka pendek dalam kondisi yang dikontrol. Dampak jangka panjang terhadap keberhasilan diet masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.
Lori Bohn, praktisi kesehatan mental dari California, juga menyebut bahwa keberhasilan diet sangat dipengaruhi oleh motivasi dan kemampuan seseorang dalam mengatur perilaku makan.
Menurutnya, orang yang memiliki tujuan jelas untuk menjaga pola makan mungkin dapat menggunakan rangsangan visual makanan sebagai alat kontrol diri.
Namun, strategi ini belum tentu cocok untuk semua orang. Individu yang memiliki kecenderungan makan impulsif atau gangguan makan berlebihan (binge eating) justru bisa mengalami peningkatan keinginan makan setelah melihat konten makanan.
Karena itu, menonton video mukbang tetap perlu dilakukan dengan bijak dan sebaiknya disertai pola makan seimbang serta kesadaran terhadap faktor emosional yang dapat memicu kebiasaan makan.
