
MENIKMATI irisan semangka yang manis dan berair merupakan salah satu momen terbaik di musim panas. Namun, sering kali kita merasa ragu saat berdiri di depan tumpukan semangka di toko, mencoba menebak mana yang terbaik. Tidak jarang, setelah sampai di rumah dan membelahnya, kita justru mendapati daging buah berwarna merah muda pucat yang hambar.
Untuk menghindari kesalahan yang sama, Jordan Carter, Wakil Presiden Penjualan dan Pemasaran di Leger and Son yakni perkebunan semangka tiga generasi yang beroperasi sejak 1965 di Cordele, Georgia, membagikan rahasianya. Sebagai wilayah yang dijuluki Ibu Kota Semangka Dunia, para ahli di sana sangat memahami karakteristik buah ini.
Cara Memilih Semangka yang Sempurna
Metode terbaik untuk mengetahui apakah semangka sudah matang yaitu dengan mengangkatnya dan memeriksa bagian bawahnya. “Warnanya harus kusam dan bagian perut atau sisi bawah semangka harus memiliki bercak kuning krem,” ujar Carter. Bercak ini, yang sering disebut field spot atau ground spot, ialah titik semangka menempel di tanah dan matang di bawah sinar matahari.
Jika bercak tersebut berwarna kuning pucat atau kuning mentega, itu tandanya semangka sudah matang. Sebaliknya, jika area tersebut berwarna hijau muda atau putih, berarti buah tersebut belum cukup matang saat dipanen.
Selain warna, perhatikan juga bobotnya. “Semangka harus terasa berat untuk ukurannya karena 92% kandungan semangka adalah air,” jelas Carter.
Jika Anda ragu, bandingkan dua semangka dengan ukuran yang sama. Yang terasa lebih berat biasanya lebih matang dan berair.
Benarkah Mengetuk Semangka Bisa Membantu?
Banyak orang menyarankan untuk mengetuk sisi semangka guna menentukan kematangannya. Meski bukan metode yang paling ilmiah dan membutuhkan pendengaran yang tajam, Carter mengakui ada benarnya dalam teknik ini.
“Semangka yang matang akan mengeluarkan suara ‘buk’ yang berat dan bergema (dull hollow sound). Sedangkan semangka yang belum matang akan mengeluarkan suara ‘ping’ yang lebih tinggi,” ungkapnya.
Indikator Lain yang Perlu Diperhatikan
Selain dua cara utama di atas, ada beberapa tanda lain yang bisa membantu Anda:
- Webbing (Pola Jaring): Cari garis-garis cokelat kasar yang menyerupai sarang laba-laba pada kulit semangka. Banyak yang percaya bahwa semakin banyak pola jaring ini, semakin manis buahnya karena menandakan proses penyerbukan yang intens.
- Tes Goresan: Coba gores permukaan kulit semangka dengan kuku secara perlahan. Menurut Ohio Farm Bureau, jika kulit ari mudah terkelupas dan menunjukkan area hijau-putih di bawahnya, berarti semangka matang. Jika hanya meninggalkan bekas garis gelap, buah tersebut belum matang.
- Kondisi Fisik: Pilih semangka yang bebas dari luka dalam, penyok, atau memar yang nyata. Goresan ringan biasanya hanya masalah kosmetik akibat proses panen yang padat karya dan tidak memengaruhi rasa.
Beli saat Musimnya
Carter menyarankan untuk membeli semangka saat musim puncaknya, yakni sekitar April hingga September, untuk mendapatkan kualitas terbaik. Perlu diingat bahwa setelah dipotong dari batangnya, semangka memiliki masa simpan sekitar tiga hingga empat minggu.
Jika Anda terlanjur membeli semangka yang kurang manis, jangan langsung membuangnya. “Gunakan dalam resep dengan bahan tambahan lain atau buatlah koktail semangka,” saran Carter. Menambahkan bahan lain adalah cara cerdas untuk tetap menikmati semangka yang kurang maksimal.
