
Jakarta – Menurunkan berat badan tidak selalu harus ditempuh dengan diet ekstrem. Dengan perubahan pola hidup yang sederhana namun dilakukan secara konsisten, seorang wanita asal Inggris berhasil memangkas bobot tubuhnya hingga 38 kilogram dalam waktu sekitar satu tahun.
Wanita tersebut adalah Louise Gough, warga Caerphilly, South Wales. Perjalanan transformasinya dimulai setelah menyadari kondisi fisiknya mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.
Pada Oktober 2024, Louise menghadiri sebuah pesta. Saat itu ia merasa cepat kehabisan napas hanya setelah menari selama sekitar satu jam. Bahkan, ia mengaku kesulitan membungkukkan badan untuk mengikat tali sepatu. Pengalaman tersebut menjadi titik awal keputusannya untuk mengubah gaya hidup.
Berat badannya yang semula sekitar 99 kilogram perlahan turun menjadi sekitar 60 kilogram. Salah satu strategi yang diterapkannya adalah pola makan 80/20, yaitu sekitar 80 persen konsumsi makanan bergizi, sementara 20 persen sisanya tetap memberi ruang untuk menikmati makanan favorit agar diet terasa lebih realistis.
Selain mengatur jenis makanan, Louise juga rutin menghitung jumlah kalori dan asupan makronutrien setiap hari. Tujuannya adalah menciptakan defisit kalori sekaligus memastikan kebutuhan protein tetap tercukupi selama proses penurunan berat badan.
Pada tahap awal, ia membatasi konsumsi hingga sekitar 1.800 kalori per hari. Di samping itu, Louise membiasakan diri berjalan antara 8.000 hingga 10.000 langkah setiap hari. Hasilnya, dalam tiga bulan pertama berat badannya berkurang sekitar 16 kilogram.
Selama menjalani program tersebut, ia juga menghentikan kebiasaan mengonsumsi alkohol dan makanan cepat saji. Langkah itu membantu menjaga konsistensi pola makan yang telah dibangunnya.
Sebelum mengubah gaya hidup, menu harian Louise didominasi makanan tinggi kalori. Ia biasa mengawali pagi dengan kopi karamel berukuran besar dan sandwich sosis. Untuk makan malam, pilihannya sering berupa pizza atau hidangan cepat saji lainnya, sementara camilan favoritnya meliputi muffin dan keripik kentang.
Kini pola makannya jauh lebih seimbang. Louise memilih yogurt Yunani yang dipadukan dengan buah sebagai menu sarapan. Saat makan siang dan malam, ia lebih sering mengonsumsi dada ayam, steak tanpa lemak, serta sayuran. Untuk camilan, ia mengganti makanan tinggi gula dengan dark chocolate atau kopi freddo dalam porsi yang lebih kecil.
Perubahan pola hidup tersebut tidak hanya berdampak pada berat badan. Louise mengaku tubuhnya kini terasa lebih bertenaga sehingga mampu menjalani aktivitas fisik dengan lebih nyaman. Ia juga mulai rutin berolahraga di pusat kebugaran dan menjadikan lari sebagai bagian dari rutinitasnya.
Menurut Louise, aktivitas sederhana seperti bermain bersama anak, berbelanja, hingga menemani anak di area bermain kini terasa jauh lebih mudah. Ia juga merasakan perubahan positif lain, seperti kulit yang tampak lebih bersih, rambut lebih sehat, serta berkurangnya keinginan mengonsumsi makanan tinggi gula dan makanan olahan.
Kisah Louise menunjukkan bahwa perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan hasil besar, terutama ketika diiringi pola makan seimbang dan aktivitas fisik yang rutin.
