
Jakarta – Mengatur makanan yang dikonsumsi menjadi salah satu langkah penting bagi penderita GERD agar gejala asam lambung tidak mudah kambuh. Beberapa jenis makanan dan minuman diketahui dapat memicu naiknya asam lambung hingga ke kerongkongan.
GERD atau gastroesophageal reflux disease merupakan kondisi ketika asam dari lambung naik kembali ke kerongkongan. Gejala yang sering muncul antara lain sensasi panas di dada, perut terasa tidak nyaman, hingga rasa pahit di mulut.
Keluhan tersebut dapat muncul kapan saja dan sering kali berkaitan dengan kebiasaan makan sehari-hari. Karena itu, pemilihan makanan menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan untuk membantu mengendalikan gejalanya.
Mengutip Harvard Health Publishing, perubahan pola makan dapat membantu mengurangi risiko kambuhnya GERD. Ada beberapa makanan yang sebaiknya dibatasi karena berpotensi memperburuk produksi asam lambung atau melemahkan fungsi katup antara lambung dan kerongkongan.
Salah satu kelompok makanan yang perlu diwaspadai adalah makanan dengan kandungan lemak tinggi. Makanan berlemak membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna sehingga dapat membuat lambung bekerja lebih berat.
Kondisi tersebut dapat meningkatkan kemungkinan asam lambung naik dan menyebabkan rasa terbakar di area dada. Contoh makanan yang termasuk kategori ini adalah gorengan, makanan bersantan, serta berbagai hidangan dengan kandungan lemak tinggi.
Selain makanan berlemak, makanan dengan rasa pedas atau asam juga dapat menjadi pemicu bagi sebagian penderita GERD. Sambal, saus tomat, cuka, serta buah-buahan dengan tingkat keasaman tinggi dapat merangsang produksi asam lambung sehingga gejala terasa semakin mengganggu.
Cokelat dan minuman berkafein seperti kopi maupun teh juga perlu diperhatikan. Kandungan tertentu di dalam makanan dan minuman tersebut dapat membuat otot katup antara lambung dan kerongkongan menjadi lebih rileks, sehingga asam lebih mudah naik.
Tidak hanya itu, beberapa makanan dan minuman lain seperti bawang, peppermint, minuman berkarbonasi, serta alkohol juga disebut dapat memperburuk gejala GERD. Minuman bersoda dan alkohol dapat meningkatkan tekanan dalam perut, sedangkan bawang serta mint dapat memicu rasa tidak nyaman pada sebagian orang.
Untuk mengetahui makanan yang menjadi pemicu utama, penderita GERD dapat mencoba mengurangi atau mencatat konsumsi makanan tertentu. Setiap orang bisa memiliki pemicu yang berbeda sehingga penting untuk mengenali respons tubuh masing-masing.
Selain memperhatikan jenis makanan, pola makan sehari-hari juga memiliki peran besar. Mengonsumsi makanan dalam porsi kecil, menghindari langsung berbaring setelah makan, serta memberi jarak waktu sebelum tidur dapat membantu mencegah asam lambung kembali naik.
Meski perubahan pola makan dapat membantu mengontrol GERD, keluhan yang sering muncul atau semakin parah tetap perlu diperiksakan kepada tenaga medis agar mendapatkan penanganan yang sesuai.
