
Jakarta – Bagi sebagian orang, kopi menjadi minuman yang sulit dilepaskan, bahkan ketika sedang menjalani program diet. Kabar baiknya, kopi tetap dapat dikonsumsi selama memilih racikan yang tepat dan menghindari tambahan gula atau pemanis berlebih.
Kandungan kafein dalam kopi diketahui dapat membantu meningkatkan metabolisme tubuh, mendukung proses pembakaran lemak, serta membantu mengendalikan nafsu makan. Namun, jenis dan cara penyajian kopi tetap perlu diperhatikan agar tidak menambah asupan kalori.
Mengutip Health Line dan Aeki Aice (4/6/2026), beberapa racikan kopi berikut dapat menjadi pilihan bagi orang yang ingin menjaga berat badan.
1. Kopi hitam dengan tambahan lemon
Kopi hitam menjadi salah satu pilihan populer bagi pelaku diet karena rendah kalori dan kaya antioksidan, terutama jika dikonsumsi tanpa gula.
Untuk memberikan rasa yang lebih segar, kopi hitam dapat ditambahkan perasan lemon. Buah citrus ini mengandung vitamin C yang membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian sekaligus mendukung sistem kekebalan tubuh.
Ahli gizi asal New York, Samantha Cassetty, menyebut kombinasi kopi dan lemon dapat membantu mendukung pola makan rendah kalori. Cara membuatnya cukup mudah, yaitu menyeduh kopi hitam lalu menambahkan perasan lemon. Minuman ini juga bisa disajikan dengan es agar lebih menyegarkan.
2. Iced Americano
Iced Americano menjadi salah satu racikan kopi yang populer, terutama di Korea Selatan. Minuman ini dibuat dari espresso yang dicampur air lalu disajikan dingin dengan tambahan es batu.
Spesialis gizi klinik dr Putri Sakti, MGizi, SpGK, AIFO-K, CBCFF, menjelaskan bahwa Iced Americano dapat menjadi pilihan saat diet karena memiliki kalori rendah selama tidak ditambahkan gula maupun pemanis.
Meski demikian, konsumsi kopi tetap perlu diperhatikan bagi orang yang memiliki masalah asam lambung karena kafein dapat memicu keluhan pada sebagian orang.
3. Espresso
Espresso dikenal sebagai kopi dengan rasa kuat dan kandungan kafein yang cukup tinggi. Banyak orang mengonsumsinya untuk membantu meningkatkan energi sebelum menjalani aktivitas.
Selain memberikan efek lebih berenergi, kandungan kafein pada espresso juga dikaitkan dengan peningkatan metabolisme dan pembakaran lemak, sehingga dapat menjadi pilihan bagi yang sedang mengatur berat badan.
4. Cold brew
Cold brew merupakan jenis kopi hitam yang dibuat melalui proses penyeduhan menggunakan air dingin atau suhu ruang. Berbeda dengan kopi biasa, proses pembuatannya membutuhkan waktu lebih lama karena biasanya disimpan selama 12 hingga 24 jam.
Hasil akhirnya berupa kopi dengan rasa lebih lembut dan tanpa ampas. Karena tidak membutuhkan tambahan gula atau krimer, cold brew dapat menjadi alternatif minuman rendah kalori saat menjalani diet.
5. Kopi dengan susu nabati
Pecinta kopi susu tetap dapat menikmati minuman favoritnya saat diet dengan melakukan sedikit modifikasi. Alih-alih menggunakan susu full cream, pilih susu berbahan nabati seperti susu almond, susu oat, atau susu kedelai.
Pastikan memilih produk susu nabati tanpa tambahan gula agar kandungan kalorinya tetap terkontrol. Dengan begitu, kopi susu tetap bisa menjadi bagian dari pola makan sehat tanpa mengganggu target diet.
